Oleh: Carol Adl
2 Oktober 2016
Sumber: www.yournewswire.com

Bureau of Investigative Journalism membeberkan bagaimana Pentagon membayar sebuah firma pencitraan Inggris sebesar lebih dari setengah miliar dolar untuk menjalankan program propaganda rahasia di Irak.

Pentagon Bayar Firma Inggris $540 Juta Untuk Membuat Video Teroris Palsu

Firma pencitraan Bel Pottinger, yang dikenal atas klien-klien kontroversialnya termasuk pemerintah Saudi dan yayasan diktator Chile Augusto Pinochet, bekerjasama dengan militer AS untuk menciptakan video-video teroris palsu di Irak dalam operasi diam-diam.

Sementara pemberontakan Irak berkecamuk di puncak invasi AS atas Irak, video-video propaganda palsu Al-Qaeda sedang diproduksi di dalam bangunan berkeamanan tinggi di sebuah pangkalan militer AS yang dihiasi tanda “dilarang masuk” dan “rahasia”.

RT memberitakan:

Firma tersebut melapor kepada CIA, National Security Council, dan Pentagon tentang proyeknya, yang mengamanatkan penggambaran Al-Qaeda secara negatif dan pelacakan tersangka simpatisan.

Gedung Putih maupun Jenderal David Petraeus, mantan jenderal yang membagi informasi terklasifikasi dengan kekasihnya, menyetujui konten yang dihasilkan agensi itu.

Operasi Bell Pottinger dimulai segera pasca invasi Irak dan ditugasi mempromosikan “pemilu demokratis” untuk pemerintahan sebelum berlanjut ke operasi informasi dan psikologis yang lebih menguntungkan.

Mantan karyawan, Martin Wells, bercerita kepada Bureau bagaimana dirinya bekerja di Irak setelah disewa sebagai penyunting video oleh Bell Pottinger. Dalam 48 jam, dia mendarat di Baghdad untuk menyunting konten untuk operasi psikologis” rahasia di Camp Victory.

Firma itu membuat iklan-iklan TV yang menampilkan Al-Qaeda secara negatif serta menciptakan konten yang terlihat seolah-olah datang dari “TV berbahasa Arab”. Para awak diutus untuk merekam pristiwa-peristiwa pengeboman dengan video kualitas rendah. Lantas firma menyuntingnya agar tampak seperti rekaman berita.

Mereka mengarang naskah untuk opera sabun berbahasa Arab di mana para tokoh menolak terorisme dengan konsekuensi membahagiakan. Firma juga menciptakan video propaganda palsu Al-Qaeda, dan kemudian ditanam oleh militer di rumah-rumah yang mereka gerebek.

Para karyawan diberi instruksi rinci untuk menciptakan video. “Kita perlu membuat video bergaya ini dan kita harus memakai rekaman Al-Qaeda,” demikian perintah untuk Wells. “Panjangnya harus sepuluh menit, dan harus dalam format ini, dan harus mengenkodenya seperti ini.”

Video-video dibuat untuk berputar pada Real Player yang membutuhkan koneksi internet untuk berjalan. CD-CD ditanami kode tertaut dengan Google Analytics yang memungkinkan militer melacak alamat-alamat IP pemutar video tersebut.

Menurut Wells, video-video itu diambil di Iran, Suriah, dan AS.

“Jika satu, 48 jam atau seminggu kemudian, tayang di pelosok dunia lain, maka itu lebih menarik,” jelas Wells. “Dan itulah yang mereka cari lebih banyak, sebab itu memberi jejak.”

Pentagon mengkonfirmasi firma pencitraan tersebut memang bekerja untuk mereka di bawah Information Operations Task Force (IOTF) menciptakan konten yang menurut mereka “sesuai kenyataan”. Firma juga bekerja di bawah Joint Psychological Operations Task Force (JPOTF). Pentagon menyatakan tak bisa mengomentari operasi JPOTF.

Undang-undang AS melarang pemerintah menggunakan propaganda terhadap penduduknya, karenanya memakai firma luar untuk menciptakan konten.

Dokumen menunjukkan Pentagon membayar $540 juta kepada Bell Pottinger dalam kontrak antara 2007 s/d 2011, serta kontrak lain senilai $120 juta pada 2006. Firma mengakhiri kerjasamanya dengan Pentagon pada 2011.

Pada 2009, dikabarkan Pentagon menyewa firma pencitraan kontroversial, The Rendon Group, untuk mengawasi pemberitaan para jurnalis tambatan di militer AS, untuk menaksir apakah mereka memberi liputan “positif” kepada misinya. (Jurnalis tambatan atau embedded jurnalist adalah wartawan yang ditambatkan pada satuan militer dalam konflik bersenjata—penj.)

Pada 2005 terungkap pula bahwa perusahaan pencitraan yang bermarkas di AS, Lincoln Group, telah memasang artikel di koran-koran Irak yang diam-diam ditulis oleh militer Pentagon. Penyelidikan Pentagon membersihkan kelompok tersebut dari [tuduhan] pelanggaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s