Mengapa Saya Mundur Dari Telegraph

Lima tahun silam saya diundang menjadi kepala pengulas politik di Telegraph. Itu pekerjaan yang akan saya terima dengan bangga. Telegraph sudah lama menjadi koran konservatif paling penting di Inggris, dikagumi atas integritasnya serta liputan beritanya yang hebat. Ketika saya bergabung, Telegraph baru saja membeberkan skandal pengeluaran para anggota parlemen, berita politik terpenting di abad 21.

Donald Trump Banyak Menonton TV, dan Itu Membuat Galau Ajudannya

Hampir setiap pagi Trump menyalakan TV dan menonton Morning Joe, seringkali untuk waktu lama, kadang diselang dengan SMS kepada pembawa acara atau panelis. Lewat jam 6, setelah Morning Joe, dia sering beralih ke Fox & Friends menjelang jam 7, dengan sedikit CNN sebelum atau sesudahnya. Dia juga menangkap acara-acara Minggu, khususnya Meet the Press. “Acara-acara itu,” sebagaimana dia menyebut mereka, sering menghasut cuitannya. Di hari wawancara kami dengannya, semua topik cuitannya dibahas selama dua jam pertama Morning Joe.

Media Alternatif Terus Terapkan Jurnalisme Kuning Untuk Rusia

Apakah media besar Barat mencondongkan liputannya demi menyokong keinginan pemerintahan mereka masing-masing? Tentu saja. Haruskah kita skeptis dan waspada terhadap klaim dan narasi tertentu yang sedang dibiakkan? Sudah pasti. Begitu pula media Rusia semacam RT atas perspektifnya. Tapi corong-corong Rusia secara umum dielu-elukan oleh manusia-domba “media alternatif” sebagai sumber kabar terpercaya terlepas dari fungsi kentaranya sebagai juru bicara Kremlin.

Wartawan Gerilya China Mengisi Celah Dalam Narasi Media Negara Tentang Peristiwa Tianjin

Foto-foto dan ulasan He Xiaoxin mengungkap blok-blok apartemen remuk, upaya berkelanjutan dari pemadam kebakaran untuk mematikan kobaran kimiawi, logam leleh yang keluar dari bangkai-bangkai mobil gosong di permukaan tanah panas membakar, dan kedatangan pasukan dalam seragam biokimia yang dikirim dari Beijing untuk mengendalikan situasi.

Daftar Dusta Rusia (Bag. 1)

Revolusi rakyat Ukraina menarik perhatian kita pada fabrikasi terang-terangan dan dusta keji media boneka Kremlin, yang berusaha menciptakan realitas alternatif bagi pemirsanya. Ini bukan saja mencakup media mainstream Rusia, tapi juga gerombolan troll bayaran, yang merundungi kolom-kolom komentar artikel soal Ukraina dan menyebar perkataan pedas, kebencian, dan dusta mencolok di segenap media sosial.